Jumat, 14 Desember 2012

UMP Lampung 2013 disepakati sebesar Rp1.150.000.

BANDAR LAMPUNG (Lampost.co): Nilai Upah Minimum Provinsi (UMP) Lampung 2013 akhirnya disepakati sebesar Rp1.150.000. Angka tersebut melonjak sebesar 17,94% dibandingkan UMP Lampung 2012 yang sebesar Rp975.000. Besaran nilai UMP 2013 juga memecahkan rekor tersendiri karena mencapai realisasi 108,48% dari Kebutuhan Hidup Layak (KHL) yang sebelumnya ditetapkan Rp1.060.082. Padahal, dalam lima tahun terakhir, UMP Lampung sebelumnya selalu berada di bawah KHL.

Meski mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya, namun nilai UMP 2013 yang disepakati dari hasil Rapat Dewan Pengupahan, Jumat (14-12) tersebut, justru yang terendah dari Provinsi lainnya Di Sumatera. Ketua Dewan Pengupahan Provinsi Lampung, Heri Munzaili mengatakan nilai UMP 2013 tersebut ditetapkan setelah adanya kesepakatan antara Serikat Buruh dan Pengusaha.

Besaran angka UMP itu diputuskan dengan mempertimbangkan kepentingan dari masing-masing pihak. "Hari ini juga (Kemarin, red) kesepakatan nilai UMP ini rencananya akan langsung kita usulkan ke Gubernur," kata Heri, saat ditemui Lampung Post usai rapat Dewan Pengupahan yang berlangsung di kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Lampung, kemarin.

Menurut Heri, penentuan nilai UMP tersebut dipengaruhi beberapa faktor diantaranya dengan mempertimbangkan keseimbangan yang mencakup kebutuhan riil pekerja dan produksi perusahaan marginal. "Angka ini yang akhirnya disepakati. Pertimbangannya, jika nilainya dinaikkan lagi, dikhawatirkan terjadi pengurangan tanaga kerja, terutama dari perusahaan marginal," ujarnya.

Meski begitu, Heri menambahkan mengenai kepastian angka UMP 2013 nantinya tetap tergantung dari kebijakan Gubernur Lampung. Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Lampung, Yusuf Kohar mengatakan kesepakatan angka UMP 2013 itu sudah melalui negosiasi, analisa serta pertimbangan yang mencakup kepentingan dari masing-masing pihak.

Yusuf menambahkan, angka sebesar Rp1.150.000 tersebut terbilang cukup tinggi dan secara persentase peningkatan dari UMP sebelumnya pun sangat besar. "Tapi ya ini sudah hasil kesepakatan bersama, mau diapakan lagi," kata dia.

Ditemui terpisah, Ketua Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Lampung, Sulaiman Ibrahim mengatakan pihaknya menyayangkan angka UMP Lampung 2013 yang hanya sebesar Rp1.150.000. Menurut Sulaiman, seharusnya nilai UMP Lampung dapat lebih tinggi dari angka tersebut.

Ia menuding, rendahnya KHL di Kabupaten Lampung Tengah yang hanya sebesar Rp1.060.082 menjadi penyebab tidak maksimalnya nilai UMP 2013. "Rendanya nilai KHL membuat daya runding kami terbatas. Jika survei ulang KHL benar-benar bisa mengacu pada metodologis yang benar, UMP Lampung harusnya bisa lebih tinggi," kata Sulaiman, didampingi Ketua Serikat Buruh Indonesia (SBI) Lampung, Sarmidi, dan Koordinator Wilayah Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI) Lampung, REL Tobing.

Sedangkan Sarmidi menambahkan, putusnya nilai UMP 2013 baru langkah awal. Selanjutnya, pihaknya berharap Disnakertrans Lampung dapat mengawal dan mengawasi upah berkala yang nantinya secara otomatis bakal digunakan pasca penetapan UMP 2013. "Fungsi pengawasan harus jalan untuk upah berkala. Jika nilai UMP ini kan hanya berlaku untuk 0 tahun dan lajang, beda dengan pekerja yang sudah berkeluarga dan sudah bekerja cukup lama," Kata Sarmidi. 

Sumber: www.lampost.co

Rabu, 05 Desember 2012

Kakao di Lampung Selatan Terserang Hama

KATIBUNG (Lampost.co): Sejak dua tahun terakhir ini para pemilik kebun kakao (cokelat) diwilayah Kecamatan Katibung, Merbaumataram dan Way Sulan Lampung Selatan mengeluh lantaran tanaman mereka terserang berbagai penyakit yang mengakibatkan pohon mati dan hasil panen turun.

Menurut Nurmayulis penyakit yang menyerang tanaman berbuah polong tersebut antara lain adalah pada daun yang secara mendadak menguning dan kemudian kering seterusnya pophon yang terkena serangan tersebut langsung mati.

"Jika sudah kena serangan ini dapat dipastikan pohonnya langsung mati," ujarnya.

Jenis penyakit lain adalah yang menyerang buah baik yang masih kecil maupun yang sudah agak besar.Pada buah kerusakan ditandai dengan berubah warna dari hijau menjadi coklat.Pada mulanya dari bagian bawah buah hingga keseluruh bagiannya.

"Pada akhirnya buah berubah warna menjadi coklat kehitaman dan seterusnya mengering" ujar Madro'i pekebun kakao di Merbaumtaram.

Dia menambahkan penyakit lain yang kerap menyerang buah kakao adalah bintik hitam pada kulit buah.Menurut informasi yang dia dapat bintik tersebut akibat serangan sejenis lalat yang bernama heliopeltis.Buah yang kena serangan ini kendati bisa menjadi besar dan matang namun mutu bijinya jelek atau rendah.

"Biasanya biji menempel pada kulit bagian dalam dan mutunya jelek,sehingga harga jualnya juga rendah dibanding dengan biji kakao yang tidak mendapat serangan penyakit itu, " lanjut Madro'i.

Sedangkan hama yang lain adalah poenggerek batang.Jika sebuiah pohon sudah diserang hama ini maka akan mengeluarkan lendir dan pada akhirnya pohon yang bersangkutan akan kering dan seterusnya mati meranggas.

Minggu, 04 November 2012

PROFIL SINGKAT LAMSEL

  1. Kabupaten Lampung Selatan adalah salah satu kabupaten di Provinsi Lampung. Ibu kota kabupaten ini terletak di Kalianda. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 2.109,74 km² dan berpenduduk sebanyak kurang lebih 923.002 jiwa (LSDA 2007).
    Menara Siger dan Pelabuhan Bakauheni
    Wilayah Kabupaten Lampung Selatan terletak antara 1050 sampai dengan 1050450 Bujur Timur dan 50150 sampai dengan 60 Lintang Selatan. Mengingat letak yang demikian ini daerah Kabupaten Lampung Selatan seperti halnya daerah-daerah lain di Indonesia merupakan daerah tropis.
    Kabupaten Lampung Selatan bagian selatan meruncing dan mempunyai sebuah teluk besar yaitu Teluk Lampung. Di Teluk Lampung terdapat sebuah pelabuhan yaitu Pelabuhan Panjang dimana kapal-kapal dalam dan luar negeri dapat merapat. Secara umum pelabuhan ini merupakan faktor yang sangat penting bagi kegiatan ekonomi penduduk Lampung, terutama penduduk Lampung Selatan. Pelabuhan ini sejak tahun 1982 termasuk dalam wilayah Kota Bandar Lampung.

    Di bagian selatan wilayah Kabupaten Lampung Selatan yang juga ujung Pulau Sumatera terdapat sebuah pelabuhan penyeberangan Bakauheni, yang merupakan tempat transito penduduk dari Pulau Jawa ke Sumatera dan sebaliknya. Dengan demikian Pelabuhan Bakauheni merupakan pintu gerbang Pulau Sumatera bagian selatan. Jarak antara Pelabuhan Bakauheni (Lampung Selatan) dengan Pelabuhan Merak (Propinsi Banten) kurang lebih 30 kilometer, dengan waktu tempuh kapal penyeberangan sekitar 1,5 jam. Kabupaten Lampung Selatan mempunyai daerah daratan kurang lebih 2.109,74 km² (LSDA 2007), dengan kantor pusat pemerintahan di Kota Kalianda.

    Saat ini Kabupaten Lampung Selatan dengan jumlah penduduk 923.002 jiwa (LSDA 2007), memiliki luas daratan + 2.109,74 km2 yang terbagi dalam 17 kecamatan dan terdiri dari 248 desa dan 3 kelurahan.
  1. Bakauheni
  2. Candipuro
  3. Jati Agung
  4. Kalianda
  5. Katibung
  6. Ketapang
  7. Merbau Mataram
  8. Natar
  9. Palas
  10. Penengahan
  11. Rajabasa
  12. Sidomulyo
  13. Sragi
  14. Tanjung Bintang
  15. Tanjungsari
  16. Way Panji
  17. Way Sulan

ARTI LAMBANG LAMPUNG SELATAN

Warna Lambang Daerah terdiri dari biru muda, kuning emas, biru tua, merah, putih, hijau, coklat dan hitam, yang masing-masing warna melambangkan :
  1. Biru muda melambangkan perubahan, kejujuran, kemakmuran, ketaatan dan takwakuning emas melambangkan keagungan dan kejayaan serta kebesaran cita dan masyarakat untuk membangun daerah dan negaranyabiru tua melambangkan laut, kesetiaan, ketekunan dan ketabahan juga melambangkan kekayaan sungai dan lautan yang merupakan sumber perikanan dan kehidupan para nelayanmerah melambangkan keberanian dan kedinamisanputih melambangkan kesucianhijau melambangkan kesejahteraan dan kecerdasaan dancoklat melambangkan tanah yang subur untuk ladang dan sawah. Isi Lambang Daerah mempunyai makna terdiri atas : kata Lampung Selatan berarti Daerah Kabupaten Lampung Selatan 
  2. Pita bewarna merah melambangkan keberanian
  3. Bintang emas bersegi 5 (lima) melambangkan nilai-nilai keagamaan
  4. Siger melambangkan mahkota keagungan adat budaya dan tingkat kehidupan terhormat
  5. Bergerigi 7 (tujuh) melambangkan 7 (tujuh) marga antara lain (marga Pesisir/Rajabasa, Marga Legun, Marga Katibung, Marga Dantaran, Marga Ratu, Marga Sekampung Ilir, dan Marga Sekampung Udik)
  6. Setangkai Padi berjumlah 14 (empat belas) bulir, Kapas berjumlah 11 (sebelas) tangkai, Mutiara pada Siger berjumlah 56 (lima puluh enam) butir, merujuk pada hari jadi Kabupaten Lampung Selatan 14 November 1956
  7. Gunung, laut, daratan, dan pohon kelapa melambangkan kekayaan alam
  8. Aksara Lampung yang berarti suka bermusyawarah untuk menuju mufakat
  9. Sebuah badik melambangkan keperwiraan
Sumber : http://lampungselatankab.go.id